Wednesday, 30 September 2015

Merimbun Menyemai Kasih

TITIPAN KASIH MAMA.

Tanggal 28 September 2015
Ku bulatkan tekad
Ku pimpin tangan dan jemari kecil

Si Celik manis
Di sinilah tempatmu berteduh
mengenal  abjad, alif ,ba, ta dan
1, 2, 3 serta solat,
blajar bersama rakan seusia
bermain bersama teman-teman
comel wajahmu tanpa ada resah
setip hari kita susuri jalan berliku
setiap petang balik membimbit
pakaian lusuh yang basah
mandi sendiri bersama rakan.

Si Celik manis,
dirimu anak mama yang comel
Tiap hari mama titipkan dirimu
di bawah asuhan Ummi Bestari
Harapan mama moga dirimu
beroleh sinar dan hidayah
buat bekalan di hari tua.

Si Celik manis,
Tika mama sudah tiada
Usah dirimu sesali kasih mama
tiada harta dapat mama wariskan
hanya rimbunan kasih yang tiada
bandingannya
kasih sayang mama tetap ikhlas
dirimu pengubat rindu mama.

Si Celik manis,
Harapan mama kepadamu
membesarlah dengan ceria dan santun
berilmu dan berakhlak terpuji.
Mama tak pasti sampai bila
dapat bersamamu
Ya Allah, doa mama panjatkan
panjangkan usia mama
biar mama dapat melihat dirimu
Si Celik manis membesar
dan menjadi insan berguna.

Si Celik manis,
Selagi mama masih bernafas
dirimu tetap mama sayang
dirimu tetap mama curahkan kasih dan sayang
kerana dirimu adalah titipan kasih Allah
buat mama.
Allahu Akhbar
Di sini Allah menguji kesabaran mama
menguji kasih mama buatmu
si Celik manis.







Wednesday, 15 February 2012

TERATAI PUTIH: Mengharap Ungkapan Indahmu

TERATAI PUTIH: Mengharap Ungkapan Indahmu: Andaiku berpergian jauh entah esok atau lusa juga tulat jangan kau kirimkan ungkapan madah kasih bersulam keraguan ungkapan sinis berkom...

Mengharap Ungkapan Indahmu

Andaiku berpergian jauh
entah esok atau lusa juga tulat
jangan kau kirimkan ungkapan
madah kasih bersulam keraguan
ungkapan sinis berkoma andaian
bernoktah dakwaan
dihujani persoalan tanpa jawapan
tapi
andaiku berpergian jauh
entah esok atau lusa juga tulat
titipkan kerinduanmu di angin lalu
lontarkan madah kasih
ungkapan rindu  dan sepimu
senyumku menemani kerinduanmu
bisikkan di angin lalu
segerakan masa percepatkan hari
kembalilah menemaniku di kamar
yang sepi ini
Sayang..ku merinduimu
Sayang ..ku sepi tanpamu..
indahnya ungkapan rindumu..
hanya itu yang ku harapkan.

Saturday, 21 January 2012

Lembaian Kasih Di Perbukitan

Riuh rendah tawa gurauan
anak-anak kecil di meja bulat
riang bersama rakan
riak wajah terlukis ketenangan.

Lembaian di perbukitan
penyuntik kasih santapan minda
berpaut berlari,membaca,
melakar, mewarna,dan menyanyi
begitu gembira bangga bersemangat
bagai pemenang marathon
mendaki bukit yang tinggi.

Lembaian kasih di perbukitan
dirimu berlari bertenaga mendaki bukit
tersenyum menang menuruni bukit.
di hati kecil ada semangat membara dan keinginan
dek lembaian ibu guru yang penyayang di perbukitan.

Esok pasti dirimu juara dan terus juara
tahu membaca, menulis,  mengira dan
menaakul seawal mungkin.
Di sini taman didikanmu
bakal pencatat sejarahmu
kecemanerlangmu bermula di sini
walau jauh dari kota,
kata impian dan cita-citamu kotakan.

Lembaian kasih di perbukitan
pencorak kasih juara
menobatkan anak didikmu
menjadi insan cemerlang
dan terbilang satu hari nanti.
Buktikan makna lembaian kasihmu
di perbukitan dapat menggapai
sejuta bintang yang bergemerlapan.

Saturday, 14 January 2012

TERATAI PUTIH: Mata Yang Terpaku Akur

TERATAI PUTIH: Mata Yang Terpaku Akur: Sesekali melihat kebiruan sinar cahaya di bawah  titian kehidupan di pinggir desa tepian sungai sayu tergamam seketika betapa indahnya k...

TERATAI PUTIH: Mata Yang Terpaku Akur

TERATAI PUTIH: Mata Yang Terpaku Akur: Sesekali melihat kebiruan sinar cahaya di bawah titian kehidupan di pinggir desa tepian sungai sayu tergamam seketika betapa indahnya k...

Mata Yang Terpaku Akur

Sesekali melihat kebiruan sinar cahaya
di bawah  titian kehidupan
di pinggir desa tepian sungai
sayu tergamam seketika
betapa indahnya kilauan air
mengamit rasa
Gambar oleh Jumar Kamsari.
berhentiku seketika
mata terpegun menatap
kekuasaan dan kebesaran-NYA.
Betapa kerdilnya diriku
berdiri kaku dipanah keindahan maya.
Mindaku bermonolog
keindahanmu menggoda rasa
ciptaanmu tiada tandingan
tersirat sejuta makna
tiada siapa yang dapat merungkai.
Dalam sayu, hiba dan bangga
ku tarik nafas panjang perlahan
mensyukuri hamparan maya
yang tercipta indah
namun sesekali jiwa meronta
menyesali kemusnahan yang menerpa.
Wujudnya untuk dinikmati
buat yang mengerti dan mencintai
keindahan maya
namun yang pasti akan hadir
satu saat kemusnahan yang tidak
dikhabarkan oleh penciptanya.
Mataku yang terpaku akur
yang tercipta buat diriku
yang tercipta buat hambamu
hanya sementara.
Diriku disantap rasa pilu
betapa kerdilnya diriku
menikmati hamparan
kekuasan-MU.